SINAR PAPUA - Seorang remaja kelas 1 SMP ditemukan tewas secara aneh, beberapa hari
lalu. Peristiwa berlatar mistik ini berawal dari misteri kolam di tengah
kerangka sisa bangunan lama di Lorong Kesenian, Kel. Belawan I, Kota
Belawan. Inilah kisah di luar akal sehat itu.
Adalah Wahyu (12), warga yang tewas diiringi peristiwa keanehan itu.
Menurut orang tuanya, kematian siswa kelas 1 SMP itu bermula dari
kisahnya bermain di kolam atau genangan air di lahan kosong di Lorong
Kesenian itu. Itu terjadi sepekan lalu. Ceritanya, bersama 6 teman
sebayanya, Wahyu, warga Lorong Papan, Kel. Belawan I, itu menangkap
ikan-ikan di kolam itu.
Dari kolam itu, Wahyu berhasil menangkap belasan ekor ikan mujahir.
Ikan-ikan itu lalu diletakkan Wahyu di bak kecil dapur rumah orang
tuanya. Tak nyana, saat hendak melepas ikan-ikan itu ke dalam bak,
seekor di antaranya lepas dari tangan Wahyu. Ikan itu jatuh ke lantai
rumah.
Saat jatuh, kaki Wahyu menginjak ikan itu hingga tewas. Ikan itu tewas
dengan kondisi kepala pecah akibat terinjak kaki Wahyu. Peristiwa ikan
tewas terinjak itu tentu dianggap biasa. Wahyu pun tak punya firasat
aneh.
Tapi, kisah kematian ikan itu hadir secara gaib pada Senin (9/7) lalu.
Ceritanya, ‘tak ada angin tak ada hujan’, sore itu tubuh Wahyu mendadak
panas dingin. Orang tua Wahyu, Umar dan Ny. Zainab, awalnya mengira
putra mereka itu demam biasa. Keyakinan itu pula yang membuat mereka tak
mengantar Wahyu ke rumah sakit.
Besoknya atau Selasa (10/7) pagi, suhu panas tubuh Wahyu semakin tinggi.
Saking demam tinggi, Wahyu tak bisa menggerakkan kakinya. Ya, ia tak
bisa berjalan.
Keanehan penyakit yang diderita sulung dari 3 bersaudara itu, kontan
membuat Umar dan istrinya, Zainab membawa Wahyu ke rumah neneknya di Jl.
Bom Lama, Kec. Medan Labuhan. Tapi setiba di sana, kondisi Wahyu
semakin parah. Wajahnya pucat bak kapas.
Kondisi Wahyu yang mendadak semakin mengkhawatirkan itu kontan membuat
orang tua dan saudaranya panik tak karuan. Dan kepanikan itu semakin
menjadi-jadi karena Wahyu yang menggigil panas-dingin mendadak
kerasukan. Ia berkata-kata dengan suara yang sangat aneh.
Tubuhnya menggelepar-gelepar mirip ikan terdampar di darat. Di tengah
kerasukan itu, Wahyu lalu menggeram. Marah. “Saya disiksanya. Kepala
saya pecah. Saya mati dibuatnya. Dia harus menggantinya. Saya akan siksa
dia seperti dia siksa saya. Kalian harus kembalikan ikan-ikan itu ke
tempat asalnya, karena satu (orang) lagi akan saya buat seperti dia!”
demikian bunyi suara gaib yang merasuki raga Wahyu. Saat berkata dengan
intonasi tinggi itu, tubuh Wahyu terus menggelupur.
Peristiwa Wahyu kerasukan kontan membuat ayah, ibu serta saudaranya
dicekam kepanikan tak terkira. Apalagi, usai ngomong aneh soal ikan
tewas terinjak beberapa hari lalu itu, Wahyu menggigil kencang. Sekujur
tubuhnya mendadak
membiru. Yang lebih mengerikan lagi adalah temuan darah mengucur dari matanya. Dan, kerasukan itu akhirnya berujung kematian.
“Habis kemasukan itu, anak kami langsung meninggal,” ucap Umar, saat
ditemui di rumah duka. Kabar kematian Wahyu yang diiringi aksi kerasukan
sambil ngomong soal kutukan ikan dari kolam di sisa bangunan tempo
doeloe itu kontan membuat para tetangganya gempar. Amatan POSMETRO (Grup
Riau Pos), pasca kematian aneh Wahyu, sejumlah warga Lorong Papan
bahkan dicekam ketakutan.
“Kami awalnya tak percaya, waktu kami takjiah barulah percaya. Ngeri
juga kami lihat. Takutnya bisa kena sasaran pula,” kata Minah, warga
Lorong Papan. Kematian aneh Wahyu membuat keluarganya akhirnya
mendatangi seorang paranormal terkenal yang bermukim tak jauh dari rumah
mereka. Hasilnya?
Sama seperti kisah Wahyu di ambang ajal, dukun itu pun mendadak dirasuki
arwah yang berkata-kata mirip seperti tema yang diucap Wahyu sebelum
tewas. Ya, suara gaib yang merasuki paranormal itu juga mengaku sebagai
arwah ikan yang mati terinjak Wahyu. “Tolong kembalikan ikan – ikan itu,
karena satu orang lagi akan saya perlakukan seperti yang dilakukan
dia,” demikian suara gaib yang merasuki tubuh sang paranormal, diulang
orang tua Wahyu.
Karena diyakini sangat kental bermotif mistis, usai kerasukan, sang
paranormal menegaskan orang tua Wahyu harus segera membalikkan sejumlah
ikan tangkapan Wahyu yang masih berada di bak rumah mereka. Pesan sang
dukun, ikan-ikan itu harus dibalikkan ke kolam tempat asal ikan itu
ditangkap Wahyu dan sejumlah temannya.
“Karena kami takut, ikan yang ada di bak semuanya kami kembalikan ke
kolam itu lagi. Waktu kami pulangkan kami minta maaf, bahkan ikan yang
ada di kolam itu pun bermunculan waktu kami pulangkan,” kata Umar.
Proses pemulangan ikan-ikan itu ke dalam kolam diiringi sejumlah keluarga Wahyu (alm)_dengan membacakan ayat-ayat suci.
“Tubuh anak kami ini aneh kali birunya seperti sisik ikan. Anehnya lagi,
mulutnya pun mengeluarkan buih semacam lumpur. Semoga tidak ada lagi
yang menjadi korban seperti Wahyu,” demikian harap-harap cemas
sekalangan keluarga Wahyu saat ditemui di rumah duka, usai pemakaman
jenazah remaja malang itu.
Diajak Nikah Putri Cantik
Kabar kematian pelajar SMP itu jelas jadi perbincangan hangat. Tak
sedikit warga yang takut anaknya seperti Wahyu karena pernah mengambil
ikan di tempat sama. Penuturan Sumiati (60), lahan 15×20 meter itu
adalah bekas rumah yang dihancurkan dan sudah kosong 4 tahun belakangan.
Dulu, sekitar 10 tahun silam, lahan yang kini kosong itu adalah rumah
sewa 4 pintu. Di antara rumah itu, disewa oleh anaknya, Indra Kusuma.
Selama menyewa di rumah milik Marga Manurung, Sumiati mengaku anaknya
selalu dihantui gejala. Misalnya, sandal-sandal mereka yang tiap malam
berserakan di depan rumah, besok paginya malah tersusun rapi.
Terkadang, terdengar suara nyanyian seorang wanita. Puncak keanehan itu,
Indra pernah hilang sehari. Awal, Indra keluar rumah dengan pakaian
biasa. Tiba-tiba dia hilang. Keluarga yang kecarian hingga sore,
akhirnya meminta bantuan paranormal. Berdasarkan petunjuk paranormal
Indra telah masuk ke alam gaib yang berada di lingkungan rumah yang
disewanya. Untuk melepaskan dari jeratan itu, keluarga diarahkan untuk
memukul gendang di lokasi dekat rumah yang disewa Indra. “Kami pun
rame-rame mukul gendang dan talam di depan rumah, sekitar setengah jam
anak kami pun keluar,” cerita Sumiati mengenang hilangnya Indra.
Setelah bebas dari dunia gaib itu, Indra mengaku masuk ke alam itu
bertemu dengan seorang gadis cantik dan meminta untuk menikah dengannya.
Berbagai fasilitas hidangan makanan mewah dilihatnya di alam tersebut.
Bahkan, ketika dirinya terjerat di alam gaib itu, Indra melihat
lingkungan rumahnya. Dia juga sempat meminta tolong untuk dikeluarkan.
“Anak saya itu, nampak katanya kami lalu lalang. Dia menjerit minta
tolong tapi tak dihiraukan, karena kami tak nampak dia,” cerita wanita
berusia 60 tahun tersebut.
Pantauan POSMETRO, di lahan itu penuh semak dan ditumbuhi pohon pandan
besar di sekitar kolam ikan tersebut. “Jadi ngeri juga kita. Memang
selama kosong tak ada kejadian aneh, kecuali kejadian yang anak itu,
jadi takut juga kita,” kata Ernawati warga yang tinggal di depan lahan
kosong tersebut
Sumber: anehcuy.blogspot.com
.